IndonesiaHerald.com, Lebak - Melihat air terjun di dalam hutan, itu biasa. Di Sawarna ada yang tak biasa, yakni air terjun di laut. Mau lihat? Banyak orang salah kaprah, menyebut Sawarna sebagai nama pantai. Sebenarnya, Sawarna merupakan nama suatu desa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak di Provinsi Banten. Ada dua jalan ke sana, yakni lewat Serang atau lewat Sukabumi. Sawarna punya beberapa destinasi seperti Gua Lalay alias Gua Kelelawar, Pantai Pasir Putih, Tanjung Layar yang merupakan ikon Sawarna atau Pantai Lagon Pari. Satu lagi yang unik adalah Pantai Karang Taraje. Untuk ke pantai ini, dari Desa Sawarna jaraknya melebihi 1 km. Tenang, terdapat banyak jasa ojek yang akan mengantarkan kamu ke sana dengan banderol sekitar Rp 50 ribu. Tak sedikit pula, para tukang ojek di sana yang akan mengantar ke tiap destinasi seperti ke gua-gua atau air terjun. Harganya mulai dari Rp 150 ribu selama seharian penuh. Pantai Karang Taraje memiliki kontur pasir cokelat yang halus dengan hamparan bebatuan karang. Bebatuan karangnya berukuran besar, bahkan beberapa bisa didaki asalkan laut sedang surut. Nah di pantai inilah terdapat fenomena bernama air terjun laut. Air terjun laut ini sebenarnya bukan air terjun dalam arti kata sunggguhnya. Air terjun laut di Sawarna adalah ombak yang datang dari laut dan menghempas bebatuan karang setinggi lebih dari 4 meter. Kemudian, air dari ombak yang terhempas itu mengalir deras ke bawah bak seperti air terjun. Nama air terjun laut di Sawarna pun sudah populer di telinga traveler. Biasanya, ombak akan begitu deras dan kuat pada pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB. Saat itulah, kamu dapat melihat derasnya air terjun laut ini. Yang harus diingat, dengarkanlah arahan dari para pemandu setempat seperti bolehkah naik ke atas karang atau bolehkah berjalan lebih mendekat ke laut. Para pemandu yang warga sekitar, tentu lebih tahu kondisi alam untuk memberikan rasa aman. (Sumber: detik.com).
$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home
IndonesiaHerald.com, Lebak - Melihat air terjun di dalam hutan, itu biasa. Di Sawarna ada yang tak biasa, yakni air terjun di laut. Mau lihat?
Banyak orang salah kaprah, menyebut Sawarna sebagai nama pantai. Sebenarnya, Sawarna merupakan nama suatu desa di Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak di Provinsi Banten. Ada dua jalan ke sana, yakni lewat Serang atau lewat Sukabumi.
Sawarna punya beberapa destinasi seperti Gua Lalay alias Gua Kelelawar, Pantai Pasir Putih, Tanjung Layar yang merupakan ikon Sawarna atau Pantai Lagon Pari. Satu lagi yang unik adalah Pantai Karang Taraje.
Untuk ke pantai ini, dari Desa Sawarna jaraknya melebihi 1 km. Tenang, terdapat banyak jasa ojek yang akan mengantarkan kamu ke sana dengan banderol sekitar Rp 50 ribu. Tak sedikit pula, para tukang ojek di sana yang akan mengantar ke tiap destinasi seperti ke gua-gua atau air terjun. Harganya mulai dari Rp 150 ribu selama seharian penuh.
Pantai Karang Taraje memiliki kontur pasir cokelat yang halus dengan hamparan bebatuan karang. Bebatuan karangnya berukuran besar, bahkan beberapa bisa didaki asalkan laut sedang surut. Nah di pantai inilah terdapat fenomena bernama air terjun laut.
Air terjun laut ini sebenarnya bukan air terjun dalam arti kata sunggguhnya. Air terjun laut di Sawarna adalah ombak yang datang dari laut dan menghempas bebatuan karang setinggi lebih dari 4 meter. Kemudian, air dari ombak yang terhempas itu mengalir deras ke bawah bak seperti air terjun.
Nama air terjun laut di Sawarna pun sudah populer di telinga traveler. Biasanya, ombak akan begitu deras dan kuat pada pagi hari sebelum pukul 10.00 WIB. Saat itulah, kamu dapat melihat derasnya air terjun laut ini.
Yang harus diingat, dengarkanlah arahan dari para pemandu setempat seperti bolehkah naik ke atas karang atau bolehkah berjalan lebih mendekat ke laut. Para pemandu yang warga sekitar, tentu lebih tahu kondisi alam untuk memberikan rasa aman. (Sumber: detik.com).
Category 6
/fa-signal/ TOP 7 In The WEEK$type=one$snipped=hide$show=home$readmore=0$snippet=0$author=0$comment
-
Potret Sultan Syarif Kasim II di Istana Siak Sri Indrapura IndonesiaHerald.com, Riau - Liburan ke Siak akhir pekan ini, traveler bisa ...
-
Soetantyo Moechlas. Photo Tribun IndonesiaHerald.com - Mukidi. Nama ini di mana-mana disebut. Cerita-cerita Humor segar mengisi group-gr...
-
IndonesiaHerald.com, Health - Kalau ditanya apa golongan darahnya orang-orang mungkin akan menjawab A, B, O, atau AB. Namun untuk Sara...
-
IndonesiaHerald.com, Yogyakarta - Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terpilih menjadi salah satu d...
-
Pinisepuh Perguruan Sandi Murti Ngurah Harta (kanan) didampingi Gus Yadi dari Patriot Garuda Nusantara di Mapolda Bali, saat akan melapork...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Pengamat politik Yudi Latif menilai, saat ini pembangunan di Jakarta sudah tersegregasi terutama berdasa...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Ist...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Sekitar 3 orang petugas Brimob tampak berjaga di Jl MH Thamrin, tepatnya di perempatan depan pusat perbela...
-
IndonesiaHerald.com, Kendari - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sebagai tersangka dalam kasus ...
-
Indonesiaherald.com, Bogor - Intoleransi dan radikalisme di Indonesia dinilai kian masif kemunculannya. Menurut salah satu peserta dis...

KOMENTAR