IndonesiaHerald.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berkomentar miring atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman. Fahri menuding lembaga antirasuah itu telah merusak Irman. Fahri melontarkan tudingannya itu melalui akun @Fahrihamzah di Twitter. “Entahlah apa yang terjadi. Tapi saya merasa ada yang tidak adil orang sebaik @IrmanGusman_IG dirusak seperti ini,” tulis Fahri. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga membeber sosok Irman. Menurut Fahri, dirinya mengenal Irman pada 1995. Kala itu Fahri yang berkuliah di Universitas Indonesia (UI) hendak menyusun skripsi. Sedangkan Irman baru saja pulang dari Amerika Serikat setelah meraih gelar master. Irman, kenang Fahri, kala itu sudah menjadi sosok terpandang yang menjalankan bisnis keluarga. “Saya belum lulus kuliah dia sudah jadi orang kaya raya,” tuturnya. Irman bahkan menggunakan jasa Fahri untuk terlibat penelitian. Akhirnya pada 1996 Fahri terlibat penelitian dan berkantor di rumah Irman. Dari situlah Fahri mengenal betul sosok Irman yang kala itu menjadi pengusaha muda yang sedang naik daun. Irman juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Fahri menuturkan, kala itu Irman tampil sebagai pembela pengusaha pribumi sekaligus pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). “Tahun-tahun itu memang Orde Baru ingin melakukan semacam koreksi agar kelas menengah pribumi bertumbuh. UKM dan koperasi kuat,” urainya. Sepengetahuan Fahri, pergaulan Irman juga hingga mancanegara. Padahal, 20 tahun silam sosok Irman masih muda. Karenanya Fahri merasa sanksi bahwa Irman terlibat suap yang nilainya hanya Rp 100 juta. Ia menyebut Irman jauh dari tindak kejahatan. “Sangat jauh,” tegasnya. Fahri pun masih heran bahwa akhirnya Irman disangka menerima suap Rp 100 juta. “Semoga Pak @IrmanGusman_IG kuat dan berani membela diri,” harapnya. (Sumber: jpnn.com).
$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berkomentar miring atas langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman. Fahri menuding lembaga antirasuah itu telah merusak Irman.
Fahri melontarkan tudingannya itu melalui akun @Fahrihamzah di Twitter. “Entahlah apa yang terjadi. Tapi saya merasa ada yang tidak adil orang sebaik @IrmanGusman_IG dirusak seperti ini,” tulis Fahri.
Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu juga membeber sosok Irman. Menurut Fahri, dirinya mengenal Irman pada 1995.
Kala itu Fahri yang berkuliah di Universitas Indonesia (UI) hendak menyusun skripsi. Sedangkan Irman baru saja pulang dari Amerika Serikat setelah meraih gelar master.
Irman, kenang Fahri, kala itu sudah menjadi sosok terpandang yang menjalankan bisnis keluarga. “Saya belum lulus kuliah dia sudah jadi orang kaya raya,” tuturnya.
Irman bahkan menggunakan jasa Fahri untuk terlibat penelitian. Akhirnya pada 1996 Fahri terlibat penelitian dan berkantor di rumah Irman.
Dari situlah Fahri mengenal betul sosok Irman yang kala itu menjadi pengusaha muda yang sedang naik daun. Irman juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI).
Fahri menuturkan, kala itu Irman tampil sebagai pembela pengusaha pribumi sekaligus pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). “Tahun-tahun itu memang Orde Baru ingin melakukan semacam koreksi agar kelas menengah pribumi bertumbuh. UKM dan koperasi kuat,” urainya.
Sepengetahuan Fahri, pergaulan Irman juga hingga mancanegara. Padahal, 20 tahun silam sosok Irman masih muda.
Karenanya Fahri merasa sanksi bahwa Irman terlibat suap yang nilainya hanya Rp 100 juta. Ia menyebut Irman jauh dari tindak kejahatan. “Sangat jauh,” tegasnya.
Fahri pun masih heran bahwa akhirnya Irman disangka menerima suap Rp 100 juta. “Semoga Pak @IrmanGusman_IG kuat dan berani membela diri,” harapnya. (Sumber: jpnn.com).
Category 6
/fa-signal/ TOP 7 In The WEEK$type=one$snipped=hide$show=home$readmore=0$snippet=0$author=0$comment
-
Potret Sultan Syarif Kasim II di Istana Siak Sri Indrapura IndonesiaHerald.com, Riau - Liburan ke Siak akhir pekan ini, traveler bisa ...
-
Soetantyo Moechlas. Photo Tribun IndonesiaHerald.com - Mukidi. Nama ini di mana-mana disebut. Cerita-cerita Humor segar mengisi group-gr...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Calon kepala daerah yang enggan berkampanye dinilai telah melanggar hak publik. Sebab, mengetahui visi mi...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Politisi nyentrik Ruhut Sitompul dinonaktifkan dari posisinya sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demo...
-
IndonesiaHerald.com, Health - Kalau ditanya apa golongan darahnya orang-orang mungkin akan menjawab A, B, O, atau AB. Namun untuk Sara...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memprediksi Gubernur DKI Jakarta Ba...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - DPC PDI-P Surabaya berang atas pernyataan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di salah satu ...
-
Pinisepuh Perguruan Sandi Murti Ngurah Harta (kanan) didampingi Gus Yadi dari Patriot Garuda Nusantara di Mapolda Bali, saat akan melapork...
-
IndonesiaHerald.com, Sampit - Warga Kelurahan Ketapang dan Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang masih dilanda kecemasan. Se...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau agar panti asuhan Yayasan Shohibul Al-Ist...
KOMENTAR