IndonesiaHerald.com, Surabaya - Warga Giliraja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, kaget setelah menemukan benda-benda misterius di perairan dan daratan. Mereka mengira itu bagian pesawat. Benarkah? Ada beberapa benda yang ditemukan. Dari foto-foto yang didapatkan detikcom, ada yang mirip onderdil mesin. Ada juga yang mirip tabung terbungkus plastik. Kondisinya bervarisi. Ukurannya juga. Ada yang hangus, ada yang utuh. Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan polisi turun tangan. Namun mereka belum bisa memastikan. Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Febrianto mengatakan, "Kabarnya begitu (pesawat jatuh). (Benda yang ditemukan) Sekarang sudah ada di Kepala Desa Bringsang Kecamatan Gili Genting." Polsek Giligenting juga masih menyelidiki benda-benda tersebut. "Saat ini masih dilakukan penyelidikan, apakah benar serpihan itu dari pesawat jatuh," kata Brigadir Medi Kurniawan, provost Polsek Bringsang, saat dihubungi detikcom melalui telepon seluler, Senin (26/9/2016). Benda-benda tersebut menurut warga, jatuh di perairan dan rumah warga pada pukul 10.00 WIB. Tak diketahui sumbernya. Beruntung, tidak ada warga yang kejatuhan. "Selain jatuh di Giligenting, serpihan juga ditemukan di Kepulauan Gili Raja," jelas Medi. (Sumber: detik.com). -
$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home
IndonesiaHerald.com, Surabaya - Warga Giliraja dan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur, kaget setelah menemukan benda-benda misterius di perairan dan daratan. Mereka mengira itu bagian pesawat. Benarkah?
Ada beberapa benda yang ditemukan. Dari foto-foto yang didapatkan detikcom, ada yang mirip onderdil mesin. Ada juga yang mirip tabung terbungkus plastik.
Kondisinya bervarisi. Ukurannya juga. Ada yang hangus, ada yang utuh.
Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan polisi turun tangan. Namun mereka belum bisa memastikan.
Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Febrianto mengatakan, "Kabarnya begitu (pesawat jatuh). (Benda yang ditemukan) Sekarang sudah ada di Kepala Desa Bringsang Kecamatan Gili Genting."
Polsek Giligenting juga masih menyelidiki benda-benda tersebut.
"Saat ini masih dilakukan penyelidikan, apakah benar serpihan itu dari pesawat jatuh," kata Brigadir Medi Kurniawan, provost Polsek Bringsang, saat dihubungi detikcom melalui telepon seluler, Senin (26/9/2016).
Benda-benda tersebut menurut warga, jatuh di perairan dan rumah warga pada pukul 10.00 WIB. Tak diketahui sumbernya. Beruntung, tidak ada warga yang kejatuhan.
"Selain jatuh di Giligenting, serpihan juga ditemukan di Kepulauan Gili Raja," jelas Medi. (Sumber: detik.com).
-
Category 6
/fa-signal/ TOP 7 In The WEEK$type=one$snipped=hide$show=home$readmore=0$snippet=0$author=0$comment
-
Potret Sultan Syarif Kasim II di Istana Siak Sri Indrapura IndonesiaHerald.com, Riau - Liburan ke Siak akhir pekan ini, traveler bisa ...
-
Soetantyo Moechlas. Photo Tribun IndonesiaHerald.com - Mukidi. Nama ini di mana-mana disebut. Cerita-cerita Humor segar mengisi group-gr...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Calon kepala daerah yang enggan berkampanye dinilai telah melanggar hak publik. Sebab, mengetahui visi mi...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Politisi nyentrik Ruhut Sitompul dinonaktifkan dari posisinya sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demo...
-
IndonesiaHerald.com, Health - Kalau ditanya apa golongan darahnya orang-orang mungkin akan menjawab A, B, O, atau AB. Namun untuk Sara...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memprediksi Gubernur DKI Jakarta Ba...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - DPC PDI-P Surabaya berang atas pernyataan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di salah satu ...
-
Pinisepuh Perguruan Sandi Murti Ngurah Harta (kanan) didampingi Gus Yadi dari Patriot Garuda Nusantara di Mapolda Bali, saat akan melapork...
-
IndonesiaHerald.com, Sampit - Warga Kelurahan Ketapang dan Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang masih dilanda kecemasan. Se...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau agar panti asuhan Yayasan Shohibul Al-Ist...



KOMENTAR