IndonesiaHerald.com, Jakarta - Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria meminta Presiden Joko Widodo menghentikan investasi dari Tiongkok Menurut Riza, saat ini dengan jumlah penduduk yang mencapai 1.4 miliar orang, pemerintah Tiongkok akan berusaha membawa keluar rakyatnya ke negara lain. Salah satunya dengan cara menanam investasi dan mempekerjakan warga Tiongkok di negara lain, termasuk Indonesia. "Karena Tiongkok itu harus mensejahterakan 1.4 miliar penduduk," ujar Riza di Cikini, Jakarta, Sabtu (22/10). Karena itu, Riza berharap Jokowi bisa bersikap tegas menghadapi kemungkinan tersebut, sebagaimana yang dilakukan Myanmar. "Myanmar itu berani menghentikan investasi Tiongkok, Cina," terang dia. Jika pemerintah terdesak memerlukan investasi demi pembangunan infrastruktur, sambung dia, Jokowi harus tegas membuat aturan untuk membatasi kewenangan investor. Selain itu, Wakil Ketua Komisi II DPR itu meminta presiden juga membangun keseimbangan dengan negara-negara lain di dunia untuk membentuk kerja sama. "Seperti Amerika, India, Eropa dan Rusia. Jangan apa-apa Tiongkok lagi," cetusnya. (Sumber: jpnn.com).
$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Politikus Gerindra Ahmad Riza Patria meminta Presiden Joko Widodo menghentikan investasi dari Tiongkok
Menurut Riza, saat ini dengan jumlah penduduk yang mencapai 1.4 miliar orang, pemerintah Tiongkok akan berusaha membawa keluar rakyatnya ke negara lain.
Salah satunya dengan cara menanam investasi dan mempekerjakan warga Tiongkok di negara lain, termasuk Indonesia.
"Karena Tiongkok itu harus mensejahterakan 1.4 miliar penduduk," ujar Riza di Cikini, Jakarta, Sabtu (22/10).
Karena itu, Riza berharap Jokowi bisa bersikap tegas menghadapi kemungkinan tersebut, sebagaimana yang dilakukan Myanmar.
"Myanmar itu berani menghentikan investasi Tiongkok, Cina," terang dia.
Jika pemerintah terdesak memerlukan investasi demi pembangunan infrastruktur, sambung dia, Jokowi harus tegas membuat aturan untuk membatasi kewenangan investor.
Selain itu, Wakil Ketua Komisi II DPR itu meminta presiden juga membangun keseimbangan dengan negara-negara lain di dunia untuk membentuk kerja sama.
"Seperti Amerika, India, Eropa dan Rusia. Jangan apa-apa Tiongkok lagi," cetusnya. (Sumber: jpnn.com).
Category 6
/fa-signal/ TOP 7 In The WEEK$type=one$snipped=hide$show=home$readmore=0$snippet=0$author=0$comment
-
Risma@meninjau.ruang.Command.Center.Pemkot.Surabaya IndonesiaHerald.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa tersingg...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti membantah adanya rekomendasi dari Ketua DPD RI Irman Gusman...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Calon kepala daerah yang enggan berkampanye dinilai telah melanggar hak publik. Sebab, mengetahui visi mi...
-
IndonesiaHerald.com, Sampit - Warga Kelurahan Ketapang dan Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang masih dilanda kecemasan. Se...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Prof Saldi Isra mengusulkan jenis remisi yang diberikan kepada narapidana harus dikurangi menjadi satu k...
-
The Hindu Dieng Temples. Photo by Wikitravel. Indonesia Herald-Wonosobo. Have you got an idea where you want spend your summer holida...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Politisi nyentrik Ruhut Sitompul dinonaktifkan dari posisinya sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demo...
-
IndonesiaHerald.com, Health - Kalau ditanya apa golongan darahnya orang-orang mungkin akan menjawab A, B, O, atau AB. Namun untuk Sara...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memprediksi Gubernur DKI Jakarta Ba...
-
Oh, Ternyata Begini Munculnya Disposisi "Gila" Ahok, Pesan Pada Kepala BPPD Jangan Sampai KecolonganIndonesiaHerald.com, Jakarta - Persidangan Mohamad Sanusi, terdakwa kasus suap Raperda reklamasi, digelar dengan agenda mendengar keter...
KOMENTAR