IndonesiaHerald.com, Jakarta - Perobohan gedung belum menjadi hal yang lumrah di Indonesia sehingga kontraktor yang khusus untuk mengerjakannya masih sedikit. Selain sedikit, menurut Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta, kontraktor tersebut belum memiliki sertifikat untuk melakukan pembongkaran atau perobohan gedung sehingga perlu diragukan kapabilitasnya. "Tidak ada kontraktor Indonesia yang punya sertifikat untuk merobohkan gedung. Siapa yang bayar paling besar untuk merobohkan maka dia yang bisa melakukannya," ucap Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta kepada Kompas.com, Jumat (14/10/2016). Davy melanjutkan, praktik tersebut terjadi lantaran dalam hal pembongkaran gedung, pemiliknya malah diberikan uang. Seperti halnya tender, pemilik gedung mengajukan kesempatan perobohan gedung ke beberapa kontraktor dan mereka yang memberikan harga paling tinggi, berhak merobohkan gedung. "Kenapa begitu? Karena mereka bisa ambil barang-barang yang ada di gedung terutama besi betonnya untuk mereka jual kembali," tambah Davy. Hal ini yang kemudian dilihat Davy menjadi masalah. Pasalnya, sistem tersebut membuat kontraktor ingin cepat-cepat membongkar gedung agar bisa lebih cepat juga mengumpulkan besi-besi dari sana. Akibatnya mudah ditebak. Kata Davy, cara-cara mereka merobohkan gedung tidak sesuai prosedur. (Sumber: Kompas.com).
$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Perobohan gedung belum menjadi hal yang lumrah di Indonesia sehingga kontraktor yang khusus untuk mengerjakannya masih sedikit.
Selain sedikit, menurut Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta, kontraktor tersebut belum memiliki sertifikat untuk melakukan pembongkaran atau perobohan gedung sehingga perlu diragukan kapabilitasnya.
"Tidak ada kontraktor Indonesia yang punya sertifikat untuk merobohkan gedung. Siapa yang bayar paling besar untuk merobohkan maka dia yang bisa melakukannya," ucap Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia (HAKI) Davy Sukamta kepada Kompas.com, Jumat (14/10/2016).
Davy melanjutkan, praktik tersebut terjadi lantaran dalam hal pembongkaran gedung, pemiliknya malah diberikan uang.
Seperti halnya tender, pemilik gedung mengajukan kesempatan perobohan gedung ke beberapa kontraktor dan mereka yang memberikan harga paling tinggi, berhak merobohkan gedung.
"Kenapa begitu? Karena mereka bisa ambil barang-barang yang ada di gedung terutama besi betonnya untuk mereka jual kembali," tambah Davy.
Hal ini yang kemudian dilihat Davy menjadi masalah. Pasalnya, sistem tersebut membuat kontraktor ingin cepat-cepat membongkar gedung agar bisa lebih cepat juga mengumpulkan besi-besi dari sana.
Akibatnya mudah ditebak. Kata Davy, cara-cara mereka merobohkan gedung tidak sesuai prosedur. (Sumber: Kompas.com).
Category 6
/fa-signal/ TOP 7 In The WEEK$type=one$snipped=hide$show=home$readmore=0$snippet=0$author=0$comment
-
Potret Sultan Syarif Kasim II di Istana Siak Sri Indrapura IndonesiaHerald.com, Riau - Liburan ke Siak akhir pekan ini, traveler bisa ...
-
Soetantyo Moechlas. Photo Tribun IndonesiaHerald.com - Mukidi. Nama ini di mana-mana disebut. Cerita-cerita Humor segar mengisi group-gr...
-
IndonesiaHerald.com, Health - Kalau ditanya apa golongan darahnya orang-orang mungkin akan menjawab A, B, O, atau AB. Namun untuk Sara...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - KPK menerbitkan larangan bagi semua anggota DPD dan DPR menjenguk Irman Gusman yang kini ditahan KPK di R...
-
IndonesiaHerald.com, Yogyakarta - Desa Wisata Nglanggeran, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terpilih menjadi salah satu d...
-
Pinisepuh Perguruan Sandi Murti Ngurah Harta (kanan) didampingi Gus Yadi dari Patriot Garuda Nusantara di Mapolda Bali, saat akan melapork...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Pengamat politik Yudi Latif menilai, saat ini pembangunan di Jakarta sudah tersegregasi terutama berdasa...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie di Ist...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Sekitar 3 orang petugas Brimob tampak berjaga di Jl MH Thamrin, tepatnya di perempatan depan pusat perbela...
-
IndonesiaHerald.com, Kendari - Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam sebagai tersangka dalam kasus ...
KOMENTAR