IndonesiaHerald.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) tidak berubah haluan, dari organisasi massa menjadi partai politik. Parmusi diminta Kalla harus dapat memperjuangkan anggaran dasar/anggaran rumah tangganya sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial. "Jangan meningkatkan hasrat Parmusi. Jangan menjadi kendaraan politik," kata Kalla saat menghadiri Milad ke-17 Parmusi di Jakarta, Sabtu (1/10/2016). Ia mengatakan, AD/ART Parmusi secara tegas menyatakan, jika ormas ini tak hanya mengurusi kegiatan sosial, tetapi juga dakwah dan ekonomi. Menurut Kalla, Indonesia saat ini tidak kekurangan birokrat dan juga politisi. "Tapi kita kurang orang yang bergerak di bidang ekonomi," ujarnya. Ia menambahkan, jumlah partai politik yang berlandaskan agama kini sudah cukup banyak. Dari 12 parpol yang ada, lima di antaranya merupakan parpol Islam, yaitu Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Bulan Bintang. "Cukuplah lima partai itu, jangan ditambah," kata dia. Parmusi sendiri merupakan salah satu unsur yang membentuk Partai Persatuan Pembangunan. Saat berdiri pada 17 Agustus 1967, Parmusi merupakan Partai Muslimin Indonesia. Kemudian pada 1971, Parmusi mengikuti pemilihan umum dan berhasil menempati peringkat empat yang menghasilkan 24 kursi di parlemen. Namun, pemerintah Orde Baru ketika itu lalu menyederhanakan partai-partai politik. Parmusi sebagai partai Islam kemudian dilebur, antara lain bersama Partai Nahdlatul Ulama, Partai Islam PERTI, dan Partai Syarikat Islam Indonesia, untuk membentuk PPP. (Sumber: Kompas.com).
$type=grid$meta=0$readmore=0$snippet=0$count=3$show=home
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengingatkan agar Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) tidak berubah haluan, dari organisasi massa menjadi partai politik.
Parmusi diminta Kalla harus dapat memperjuangkan anggaran dasar/anggaran rumah tangganya sebagai ormas yang bergerak di bidang sosial.
"Jangan meningkatkan hasrat Parmusi. Jangan menjadi kendaraan politik," kata Kalla saat menghadiri Milad ke-17 Parmusi di Jakarta, Sabtu (1/10/2016).
Ia mengatakan, AD/ART Parmusi secara tegas menyatakan, jika ormas ini tak hanya mengurusi kegiatan sosial, tetapi juga dakwah dan ekonomi.
Menurut Kalla, Indonesia saat ini tidak kekurangan birokrat dan juga politisi.
"Tapi kita kurang orang yang bergerak di bidang ekonomi," ujarnya.
Ia menambahkan, jumlah partai politik yang berlandaskan agama kini sudah cukup banyak.
Dari 12 parpol yang ada, lima di antaranya merupakan parpol Islam, yaitu Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Bulan Bintang.
"Cukuplah lima partai itu, jangan ditambah," kata dia.
Parmusi sendiri merupakan salah satu unsur yang membentuk Partai Persatuan Pembangunan. Saat berdiri pada 17 Agustus 1967, Parmusi merupakan Partai Muslimin Indonesia.
Kemudian pada 1971, Parmusi mengikuti pemilihan umum dan berhasil menempati peringkat empat yang menghasilkan 24 kursi di parlemen.
Namun, pemerintah Orde Baru ketika itu lalu menyederhanakan partai-partai politik. Parmusi sebagai partai Islam kemudian dilebur, antara lain bersama Partai Nahdlatul Ulama, Partai Islam PERTI, dan Partai Syarikat Islam Indonesia, untuk membentuk PPP. (Sumber: Kompas.com).
Category 6
/fa-signal/ TOP 7 In The WEEK$type=one$snipped=hide$show=home$readmore=0$snippet=0$author=0$comment
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Calon kepala daerah yang enggan berkampanye dinilai telah melanggar hak publik. Sebab, mengetahui visi mi...
-
Soetantyo Moechlas. Photo Tribun IndonesiaHerald.com - Mukidi. Nama ini di mana-mana disebut. Cerita-cerita Humor segar mengisi group-gr...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Politisi nyentrik Ruhut Sitompul dinonaktifkan dari posisinya sebagai Koordinator Juru Bicara Partai Demo...
-
IndonesiaHerald.com, Health - Kalau ditanya apa golongan darahnya orang-orang mungkin akan menjawab A, B, O, atau AB. Namun untuk Sara...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Sekitar 3 orang petugas Brimob tampak berjaga di Jl MH Thamrin, tepatnya di perempatan depan pusat perbela...
-
Risma@meninjau.ruang.Command.Center.Pemkot.Surabaya IndonesiaHerald.com, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini merasa tersingg...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro memprediksi Gubernur DKI Jakarta Ba...
-
Indonesiaherald.com, Jakarta - DPC PDI-P Surabaya berang atas pernyataan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di salah satu ...
-
IndonesiaHerald.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani mengaku partainya belum menentukan sikap terkait ide pem...
-
IndonesiaHerald.com, Sampit - Warga Kelurahan Ketapang dan Desa Telaga Baru, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang masih dilanda kecemasan. Se...
KOMENTAR